Rumahayah.com | Toilet kampus merupakan fasilitas pendukung yang memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan dan kesehatan civitas akademika. Meskipun bukan bagian dari kegiatan akademik utama, kondisi toilet yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai risiko, baik dari segi keamanan, kesehatan, maupun operasional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen risiko untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi risiko yang ada (ISO, 2018).
Risk Profile Toilet Kampus
Berdasarkan profil risiko, toilet kampus termasuk dalam kategori area semi publik dengan tingkat mobilitas pengguna yang tinggi, terutama pada jam sibuk. Fasilitas ini umumnya memiliki luas sekitar 50–100 m² per unit dan tersebar di beberapa gedung kampus.
Dari sisi operasional, toilet didukung oleh petugas kebersihan dan vendor cleaning service. Fasilitas pendukung seperti CCTV, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan hydrant biasanya tersedia, namun dalam jumlah terbatas. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, kejadian yang sering muncul meliputi kebocoran instalasi air, vandalisme ringan, serta keluhan pengguna terkait kebersihan dan bau tidak sedap.
Menurut World Health Organization (WHO), fasilitas sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko penyakit serta menurunkan kualitas lingkungan belajar (WHO, 2019). Hal ini menunjukkan bahwa toilet kampus tetap memiliki potensi risiko yang perlu dikelola secara sistematis.
Risk Mapping Toilet Kampus
Pemetaan risiko dilakukan dengan membagi area toilet ke dalam beberapa zona, yaitu area masuk, wastafel, bilik toilet, area air, ruang penyimpanan (storage), dan area keamanan.
Hasil pemetaan menunjukkan beberapa potensi risiko utama, antara lain:
- Lantai licin yang berpotensi menyebabkan kecelakaan
- Kebocoran air akibat kurangnya perawatan instalasi
- Vandalisme pada fasilitas toilet
- Kehilangan barang karena minimnya pengawasan
- Bau tidak sedap akibat ventilasi yang kurang baik
- Risiko kebakaran dari instalasi listrik
- Akses tidak aman karena tidak adanya kontrol keluar-masuk
Menurut ISO 31000, proses identifikasi risiko harus mencakup seluruh potensi ancaman yang dapat memengaruhi tujuan organisasi, termasuk fasilitas pendukung seperti toilet (ISO, 2018).
Risk Register (Identifikasi dan Penilaian Risiko)
Berdasarkan hasil identifikasi, beberapa risiko utama yang terdaftar meliputi:
- Akses tidak terkontrol pada area masuk toilet yang memungkinkan orang luar masuk tanpa pengawasan, dengan tingkat risiko tinggi.
- Kebocoran instalasi air pada wastafel yang dapat mengganggu operasional dan meningkatkan risiko lantai licin.
- Vandalisme pada fasilitas toilet yang menyebabkan kerusakan aset.
- Lantai licin yang memiliki dampak tinggi terhadap keselamatan pengguna.
- Korsleting listrik pada area dengan instalasi air yang berdekatan dengan listrik.
- Kehilangan barang pribadi pengguna akibat pengawasan yang terbatas.
- Penyalahgunaan bahan cleaning di area storage.
Penilaian risiko dilakukan berdasarkan peluang dan dampak, sebagaimana direkomendasikan dalam standar manajemen risiko (ISO, 2018).
Mitigasi Risiko
Untuk meminimalisir risiko yang ada, beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Pemasangan tanda peringatan lantai basah
- Penambahan dan optimalisasi CCTV
- Peningkatan frekuensi maintenance instalasi air dan listrik
- Penggunaan akses kontrol sederhana atau pengawasan petugas
- Perbaikan sistem ventilasi untuk mengurangi bau
- Pengamanan area storage dengan kunci dan kontrol akses
UNICEF juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas sanitasi yang aman, bersih, dan terkelola dengan baik dalam lingkungan pendidikan (UNICEF, 2020).
Kesimpulan
Toilet kampus, meskipun merupakan fasilitas pendukung, memiliki berbagai potensi risiko yang tidak boleh diabaikan. Melalui pendekatan risk profile, risk mapping, dan risk register, risiko dapat diidentifikasi dan dikelola secara sistematis. Dengan penerapan mitigasi yang tepat, fasilitas toilet dapat menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman, sehingga mendukung aktivitas kampus secara keseluruhan.
Daftar Referensi
- ISO. (2018). ISO 31000: Risk Management – Guidelines.
- World Health Organization (WHO). (2019). Sanitation and Health Guidelines.
- UNICEF. (2020). Water, Sanitation and Hygiene (WASH) in Schools.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan Sekolah Ramah Anak dan Inklusif.